08 September 2009

Menggugat Aqidah Salafy (9) : Munculnya Aqidah Warna-Warni Setelah Mengadopsi Hadits Ahad Dalam Masalah Aqidah

HTML clipboard

Munculnya perbedaan dlm mslh aqidah muncul setelah dalil-dalil yg dzoni (nb: yg memungkinkan muculnya lebih dr satu penafsiran, termasuk hadis yg terbukti ahad -pen) dimasukkan sebagai dalil dalam masalah aqidah !!!? Karena dalil yang qoth’I telah menutup kemungkinan ‘beragam tafsir’ dlm urusan keimanan (nb: yg disyaratkan qoth’I tsubut (sumbernya pasti) dan qoth’I dilalah (penunjukkan maknanya satu) !!!) .

Coba lihat dg cara memahami aqidah versi Salafi-lah yg malah menimbulkan perbedaan dlm masalah aqidah. Contoh yg nyata adalah sbb : Syeikh Alwii Ibn Abdul Qadir As-Saqof menulis kitab yg berjudul “Mulhaq Al-Aqidah Al-Wasithiyyah” (Tambahan dari Al-Aqidah Al-Wasithiyyah), menjelaskan bahwa ada 9 poin yg dimasukkan oleh Imam Ath-Thohawi sbg bagian dr aqidah (mnrt ijtihad beliau), yg itu tdk dicantumkan oleh Ibn Taimiyah dlm aqidah al-wasithiyyah antara lain :

a- Al-Jama’ah wal firqoh

b- Al-Muwalat wal Maa’dah

c- Al-Hukmu bi ghoiri maa anzallah

d- Adamul khuruj alal aimah

e- Al-Mitsaq

f- Al-Isra’ wal Mi’raj

g- Asyrathus saa’h

h- Al-Jannah wan Nar

Sedang dlm kitab Aqidah Lum’ah Al-I’tiqod li Ibn Qudamah-pun juga terdapat beberapa perbedaan dg kitab aqidah al-wasithiyyah terutama pada Fasal Huquq An-Nabii wa Ashhabuhu (nb: yg a.l terdiri dr khosois an-nabi (keistimewaan Nabi SAW), fadhoil as-sahabah (keutamaan Sahabat), huquq as-shahaba ra. (Hak2 para sahabat), hukmu sabbis sahabah (Hukum Mencela Sahabat), huquq zaujah an-nabii (hak2 para istri Nabi) dll. Lalu pada kitab Tauhid li Muhammad ibn Al-Wahab (nb: yg banyak membahas masalah spt ruqyah dan tamimah; menyembelih, bernadzar, isti’adzah bukan krn Allah termasuk syirik, hukum sihir, hukum tathayyur dll) yg pembahasan spt tdk akan didaptkan dlm kitab aqidah al-wasithiyyah dan kitab Aqidah Lum’ah Al-I’tiqod !!!

Lha wong katanya aqidah para Salaf, eh ternyata berbeda, beragam dan berwarna-warni pendapat dalam masalah aqidah !!! Bukan para Imam ini yg salah (nb: karena kalau pendapat mereka benar akan mendapat 2 pahala dan kalau salah dapat hanya 1 pahala), tapi cara baru yg digunakan oleh kelompok neo Salafi dalam membangun aqidahnya dengan menggabungkan beberapa kitab aqidah yg para penulis kitab2 aqidah ini mempunyai perbedaan dalam banyak hal dan perkara yang harus dimasukkan dalam bagian dari pembahasan aqidah !!!

Bahkan dengan menerima hadis ahad dalam masalah aqidah akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti contoh yang disampaikan oleh Syeikh Nashiruddin Al-Albani ketika menyampaikan hadis dari Ibn Abbas bahwa nabi SAW bersabda: “ Sesungguhnya makhluk yang pertama kali diciptakan Allah SWT adalah Al-Qolam. Dan Dia memerintahkan supaya menulis tiap-tiap sesuatu yang ada “ . Beliau mengomentari hadis ini dengan menyatakan: “ Al-Qolam adalah makhluk pertama yang diciptakan ……….Dan kurang tepat apa yang dikatakan oleh Ibn Taimiyah dalam menyanggah para Filosof, bahwa sesuatu yang baru (makhluk) itu tidak ada permulaannya baginya, ini tidak dapat diterima logika. Dalam hal ini para lawannya menuduh bahwa Ibn Taimiyah telah menganggap bahwa makhluk itu qodim dan tidak ada permulaan baginya. Padahal dipihak lain dia juga menegaskan bahwa tidak ada suatu makhluk melainkan ia didahului oleh adam (tidak ada). Namun bersamaan dengan itu dia juga mengatakan adanya kaitan sesuatu yang baru (hawadits) dengan sesuatu yang tidak memiliki permulaan baginya. Sebagaimana yang dia dan kawan-kawannya katakana bahwa makhluk itu tidak memiliki penghabisan (akhir). Pendapat ini jelas tidak dapat diterima. Bahkan bertentangan dengan hadis ini. Memang, sesungguhnya berbicara tentang filsafat adalah berbahaya. Akan tetapi benar apa yang dikatakan oleh Ibn Malik ra., bahwa setiap orang bisa menyanggah dan disanggah, kecuali penghuni kubur ini ( Rasul SAW) (Lihat terj. Silsilah Al-Ahadis Ash-Shohihah jilid I oleh Drs. H. Qodirun Nur, hadis no. 133, hal. 296-297).

Kemudian kami ingin bertanya kepada anda, manakah pendapat yang akan anda ambil ? Kalau anda mengambil keduanya maka anda telah mengatakan sesuatu tentang Allah tanpa pengetahuan (karena berarti Allah menciptakan sesuatu yang baru (makhluk) itu yang tidak ada permulaan baginya dan pada saat bersamaan menciptakan Al-Qolam sebagai makhluk pertama). Sedang mengambil salah satu pendapat berarti menolak dan menyalahkan pendapat yang lain (berarti salah satu dari Imam Ibn Taimiyah atau Syeikh Albani telah menyimpang dalam masalah aqidah dalam perkara ini). Pertanyaannya, siapakah menurut anda yang telah menyimpang dalam masalah ini apakah Imam Ibn Taimiyah atau Syeikh Albani ?!?

Lalu sekarang siapa yg aqidahnya berbeda-beda, tapi juga sulit untuk bersatu !!! Mau bukti, kita bisa lihat ternyata perpecahan dlm internal Salafi jauh lebih ‘dashyat’ dibandingkan dg apa yg dituduhkan oleh Salafi dg bermunculan berbagai harokah Islam dewasa ini !!! Berikut daftar perpecahan dlm tubuh Salafi :

1- Di Saudi : antara Ibn Baz dan Utsaimin dkk VS Salman Ibn Fahd Al-Audah, DR. Safar Al-Hiwali, I’ed AL-Qorni dkk (dg yayasan Al-Muntada di London)

2- Di Yaman : Antara Rabi Ibn Hadi dkk VS Abul Hasan Al-Ma’rawi dkk

3- Di Yordan : antara Salim I’ed Al-Hilali dkk VS DR. Sulaiman Al-Asyqor, ditambah Ali Halabi Al-Atsari (nb: mereka sebagian besar adl murid Albani ??!).

4- Di Kuwait : antara Abdurraman Abdul Khaliq (dg yayasan Ihya’ Ats-Thuratsnya) VS Rabi Ibn Hadi dkk

5- Di Mesir : antara Syarif Hazza’ VS Rabi Ibn Hadi dkk

6- Di Indonesia : antara Al-Jawwas dkk (dg yayasan Ash-Shohwahnya) VS Ja’far Umar Thalib (dg Laskar Jihadnya). Dan terakhir muncul lagi perpecahan diantara mereka :

a- Dalam Ash-Shohwah antara Al-Jawwas (dg majalah As-Sunnahnya) VS Abu Nida’ (dg majalah Al-Fatawanya)

b- Dalam laskar jihad antara Ja’far Umar Thalib dkk (dg majalah Salafinya) VS Umar As-Sewed dkk (dg majalah Syariahnya)

Tidak cukup sampai disini, bahkan mereka satu dg yg lain saling menjatuhkan dan memvonis sesat satu dg yg lain !!! Padahal rujukan utama mereka adalah sama, dimana sebagian besarnya adalah pendapat dari Ibn Taimiyah, Abdul Wahab, Albani, Utsaimin, Ibn Baz dll, baik dalam masalah aqidah dan manhaj dll !!! Walhasil yg didapatkan adalah perpecahan demi perpecahan; permusuhan, kedengkian, saling menjatuhkan !!! bahkan tdk menutup kemungkinan untuk saling berbunuhan – tinggal tunggu waktu saja !!??

Ini contohnya, sebagaimana ucapan seorang tokoh salafi atas tokoh salafi lainnya yg menjadi ‘musuhnya’ : berkata Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji (tokoh Salafi pro Umar Sewed) kpd Salafi Al-Jawwas dkk (dg yayasan Ash-Shohwah-nya) :

a- “Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas lagi betapa berbahayanya jaringan kalian (Salafi Al-Jawwas dkk (dg yayasan Ash-Shohwahnya)) ini serta upaya-upaya penyesatannya kepada umat, kedustaan kalian kepada umat serta tikaman kalian kepada Masyayikh salafiyyin dengan media yang menjadi ujung tombak sekaligus corong kesesatan kalian yaitu majalah As-Sunnah-nya Ahmas (meng)ais “fulus” Asifuddin, perlu kita sampaikan kepada umat secara singkat (semoga ada yang berkesempatan untuk menulis dan membongkar secara lebih detail -rinci di lain kesempatan) bagaimana kalian menikam dan mengkhianati Masyayikh dari markaz Al-Albani Yordania yang kalian undang. Kalian telah tulis di majalah hizbi Assunnah mengenai nasehat-nasehat dari Masyayikh di atas”.

f- Nah. Mana racun dan teori rusak kalian (yaitu Al-Jawwas dkk (dg yayasan Ash-Shohwahnya) tentang hinaan kalian kepada Syaikh Rabi’ Hafidhahullah sebagai ulama kecil tersebab Syaikh Rabi’ membid’ahkan dan menyesatkan guru kalian Syarif Hazza’ si dajjal dari Mesir itu??!

b- “Itulah alasan yang mendasari mengapa tidak dimuat fatwa Syaikh Ali Hasan tersebut. Dengan gerombolan orang-orang bermanhaj seperti inilah Yazid “Hawas” bergabung, dengan kaum seperti inilah Ustadz H (Hisbiyyah,bukan Haji) Aunur “Al-Furqah”Rafiq Ghufran merapatkan barisan ! Bahkan menjadi panglima perangnya melawan barisan dakwah salafiyyin!! Hanyalah orang-orang yang telah terinfeksi virus “rabiesafulusia acute” saja yang berani menentang fatwa para masyayikh salafiyyin, bahkan puluhan masyayikh !”

c- “Sedangkan yayasan Al-Sofwa Al-Muntada, adalah yayasan tong sampah yang mengumpulkan berbagai macam firqah juga telah diperingatkan oleh Syaikh Rabi’ 5 tahun yang lalu kepada salafiyyin untuk mewaspadainya karena akan menjadi musuh paling utama dakwah salafiyyah di Indonesia (lihat Persaksian dan Kesaksian Ustadz Muhammad).”

d- “Adapun “Ma’had Bukhari” lebih pantas jika dinamakan “Ma’had Turatsi”-nya Khalid Syamhudi, sedangkan “Islamic Centre Bin Bazz” merupakan penghinaan kepada umat karena hakekatnya adalah “Turatsic Centre Bin Abdul Khaliq”. Dalam hal ini kalian masih kalah gentle dengan Abu Nida’, sebab dia lebih berterang-muka dalam menunjukkan dakwah hizbiyyahnya, lihat majalahnya Fatawa, bukankah dia “jujur” ketika menulis : penerbit Pustaka At Turats? Dia jelas-jelas menisbahkah dakwahnya kepada organisasi sesat Ihya’ut Turats!!.”

f- “Ya benar, kalian adalah serigala yang berhias dengan bulu-bulu domba. Hizbiyyun mengira dengan semua itu dapat menipu ummat. Tetapi mereka lupa bahwa domba tidaklah dapat menggonggong dan mengaum, domba tidaklah memiliki taring dan kuku-kuku tajam sebagaimana serigala yang siap menerkam dan mencabik-cabik mangsanya. Sekali lagi, serigala tetaplah serigala.

Akhirnya………BIL FULUS KULLI SYAI’IN TEMBUS LAISAL FULUS…………………………MAMFUS!

Itulah ciri khas dan bau yang menyengat-melekat pada Hizbiyyun-Sururiyyun-Turatsiyyun! Al Hizbiyyun-faqod (nb: mereka yg disebutterakhir ini adalah sempalan Salafi ‘musuh’ dr kelompok Salafi umar As-Sewed yg berkiblat kpd Rabi Ibn Hadi – Yaman) !! Allahul Musta’an.”

(Ditulis oleh Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji, dikirim oleh Isma'il Akzam akzam_albakanbaru@jannah.net). [Lihat lebih jelas dalam http://www.salafy.or.id milik Salafi Laskar Jihad – Umar As-Sewed] !!!

Wow, inikah bentuk persatuan yg hendak kalian wujudkan, wahai Salafi !!!!

Jangankan Khilafah, bahkan untuk bersatu diantara mereka sendiri pun tak mampu padahal “kata anta satu aqidah – satu manhaj Salafi” pasti bersatu – Mana buktinya !!!?

Justru kita sekarang dapat melihat dalam kelompok Neo Salafi ini, banyak sekali aqidah yang dianut oleh para pengikutnya !!!. Inikah yang antum katakan sebagai aqidah yang kuat itu ? berbeda-beda aqidah tetapi tetap tidak bisa bersatu jua !!?? Wal iyadzubillah !!??

0 Komentar (Pendapat Antum):